Tuesday, October 2, 2007

Antara Kerbau - Kelelawar - Cacing - Manusia


Tadi aku sholat jum’at di Masjid Besar Lamgugob, Banda Aceh tidak jauh dari kantorku coz masih satu gampong (satu desa) jaraknya kira-kira cuman 500m. Oya, sekedar temen-temen tahu walaupun di Aceh ni menganut jadwal WIB (waktu indonesia barat) tapi kalo jadwal waktu sholat lebih lambat 1 jam dibanding dengan di Jogja/Jakarta. Jadi kalo sholat jum’at ya mulai jam 13:00 wib gitchu..!!

Oiya, biasanya aku tuh kurang ndengerin kalo khatib lagi berkhutbah tapi tadi aku tertarik ma salah satu cerita khatib.

Begini, si khatib tadi membawakan salah satu hadits qudsi atau firman Allah yang tidak termasuk dalam Al-Qur’an, namun disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Secara umum, hadits qudsi tersebut menceritakan tentang tugas yang diperintahkan Allah kepeda malaikat Jibril untuk “meneliti” 4 makhluq yang ada di bumi.

Maka selanjutnya Jibril pun berangkat ke bumi, makhluq pertama yang ditemui Jibril adalah kerbau. Maka Jibril pun bertanya kepada kerbau, kebetulan kerbau itu sedang berkubang di lumpur.

Jibril : wahai kerbau, apa yang kamu rasakan selama kamu hidup di dunia ini?

Kerbau : wahai Jibril, walaupun aku sering berkubang dengan lumpur yang kotor tapi aku merasa sangat bersyukur kepada Allah. Aku diberikan makanan yang cukup, rumput yang banyak dan aku tidak akan kehabisan rumput itu karena tidak ada yang memperebutkannya. Aku juga bersyukur kepada Allah karena aku tidak akan dimintai pertanggungjawaban kepada-Nya kelak di hari akhir. Beruntung aku tidak diciptakan sebagai kelelawar.

Akhirnya Jibril pun penasaran dengan si kelelawar, dan Jibril menjumpai si kelelawar. Maka Jibril pun mengajukan pertanyaan :

Jibril : wahai kelelawar, apa yang kamu rasakan selama kamu hidup didunia ini?
Kelelawar : wahai Jibril, aku sangat bersyukur dijadikan kelelawar. Aku mempunyai penciuman yang sangat tajam sehingga ketika ada buah yang ranum maka aku yang akan pertama kali mengetahuinya. Dan walaupun aku tidak mandi dengan air bersih tapi dengan air kencingku sendiri, tapi ketika aku bergelantungan itu maka tiap ayunan kepalaku adalah dzikirku kepada Allah, sekali lagi tiap ayunan kepalaku adalah dzikirku kepada Allah... subhanallah..!! beruntung aku tidak diciptakan sebagai cacing

Penasaran dengan si cacing, maka Jibrilpun menemui cacing.
Jibril : wahai cacing, apa yang kamu rasakan selama kamu ada didunia ini?
Cacing : wahai Jibril, memang makananku tanah dan kotoran yang aku buang adalah tanah, tapi aku bersyukur kepada Allah karena akulah yang akan pertama kali berhadapan dengan manusia yang telah meninggal, ketika meraka berada dalam kubur maka akulah yang akan pertama kali berhadap-hadapan dengan mereka. Beruntung aku tidak dijadikan sebagai manusia.

Maka akhirnya si Jibril pun menemui manusia, Jibril mengunjungi 2 buah kota kecil di Makkah dan Madinah dan yang pertama dilihat Jibril adalah sekelompok manusia yang sedang bermabuk-mabukan.. pesta miras gitulah bahasa kerennya sekarang..!! trus kelompok kedua adalah manusia yang main perempuan, yah kalo bahasa keren sekarang adalah pesta sex..!! Jibril pun akhirnya tidak habis pikir bagaimana mungkin manusia yang diberikan pikiran dan akal untuk mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk malah berperilaku seperti itu, lebih buruk daripada binatang.. maka selanjutnya Jibril menemukan kelompok manusia lain yang sedang berdzikir, memuja asma Allah, memohon ampunan dan berlindung dari siksaan api neraka..!!

Ternyata masih ada manusia yang baik pula, begitu mungkin gumam Jibril, akhirnya Jibril pun mengambil kesimpulan dari penelitian itu bahwa manusia terdiri dari dua golongan yakni golongan yang akn masuk surga secepat kilat, dan golongan kedua yakni golongan yang akan masuk neraka, golongan ini akan tertatih-tatih ketika berjalan diatas shirathal mustaqim dan akhirnya kenerakalah tempat mereka kekal selamanya.. naudzubillahimindzalik..

Hmmm.. itu sekelumit oleh-oleh yang saya bawa dari khutbah jum’at hari ini.. semoga bermanfaat, dan semoga kita dikelompokkan dalam kelompok manusia yang mampu mensyukuri setiap apa yang diberikan Allah seperti dicontohkan 3 binatang diatas, belum lagi kebiasaan dzikrullah pada kelelawar semoga juga mampu kita jalankan setiap hari.

Sehingga akhirnya semoga kita dikelompokkan dalam kelompok manusia yang pertama. yakni kelompok manusia yang menuju surga secepat kilat dan terlindung dari siksa api neraka..
amiin ya rabbal ’alaminn..

Salam,

AW Banda Aceh, 21 September 2007