Friday, February 29, 2008

Testimoni untuk Ayat Ayat Cinta

Banyak orang sudah memberikan testimoni yang kebanyakan berdecak kagum untuk novel Ayat Ayat Cinta karya seorang santri Habiburrahman El Shirazy. Novelis asal semarang yang nyantri di Mranggen Demak sampe kemudian Kuliah di Universitas Al Azhar Cairo, Mesir.

Bagi saya sendiri, membaca novel ini seperti kembali memutar kaset kehidupan dimana saya dulu sempat nyantri di Pondok Modern Assalaam Temanggung. Bahasa arab yang digunakan mengingatkan saya saat-saat dimana tidak boleh ada bahasa selain bahasa arab dan bahasa inggris. Saat-saat dimana memandang perempuan gak berani terlalu lama. Saat-saat di kelas justru memilih duduk dibangku paling depan karena duduk dideretan tengah berarti harus berdekatan dengan anak-anak cewek yang memang duduk di bangku-bangku deretan belakang. Saat-saat dimana sangat malu memakai celana pendek. Saat-saat dimana mengaji dan menuntut ilmu adalah kebutuhan yang mengasyikkan..

Tapi Fahri di Ayat-ayat Cinta adalah sosok yang hampir sempurna..!! sangat jauh dengan diriku pastinya.. dan sosok Aisha, Maria, atau Nurul adalah makhluq langka atau bahkan teramat langka bisa kita temukan saat ini..!!

Tidak banyak yang bisa saya tuliskan, karena begitu indahnya membaca novel ini... untuk yang kurang suka membaca, Film Ayat-ayat cinta yang mulai diputar di bioskop kemarin bisa dijadikan alternatif.. dengan catatan film itu kurang mampu bisa menghadirkan sosok Fahri yang haus akan ilmu dan nuansa akademik-intelektualnya kurang bisa dilihat.

Salut untuk novel Ayat-ayat Cinta..!!! semoga sosok Sosok Fahri, Saiful, Nurul, Aisha, Maria dan lainnya bisa kembali hidup ditengah kehidupan yang sudah sangat hedonis ini..