Thursday, August 7, 2008

Skenario Global Menjatuhkan Islam

Seorang pemuda dengan celana jeans, kaos oblong bergambar bintang dengan teks “converse”, potongan rambut pendek seperti layaknya pemuda gaul diborgol densus 88 anti teror dan dikelilingi orang-orang tegap bersenjata lengkap dan memakai sabo penutup kepala. Orang itu adalah Imam Samudra tersangka kasus bom Bali.

Tiba-tiba sosok itu berubah menjadi seseorang yang memakai surban khas habib, dagu berjenggot panjang layaknya seorang kyai, pakaian gamis khas arab layaknya seorang syeikh, dan semakin kerap berteriak “Allahu Akbar”. Perubahan yang sangat cepat dan luput dari perhatian. Istrinya yang bercadar dan selalu berpakaian hitam tak lupa menjadi gambar menarik yang selalu tayang diberita televisi dan koran.

Tak beda jauh dengan sosok dua orang yang tak tampak berjenggot dan berpakaian biasa tiba-tiba berubah menjadi sosok yang berjenggot, berbaju gamis, dan memakai surban mirip dengan penampilan “wali songo” pembawa ajaran Islam di Nusantara. Kedua orang itu adalah Amrozi dan Ali Gufron yang juga tiba-tiba merubah cara berpakaian setelah menjadi tersangka kasus bom Bali.

Tak tanggung-tanggung orang-orang itu dibela kelompok lawyer yang dengan sangat percaya diri menamakan diri mereka “Tim Pembela Muslim (TPM)” dan celakanya TPM ini selalu membela kasus-kasus yang melibatkan aksi kekerasan sebagain kelompok yang mengatasnamakan Islam.

Ada lagi seorang pemuda yang namanya cukup keren: Rio Alek Bulo alias Rio Martil. Tersangka pembunuhan dan perampokan yang selalu memukul dengan martil/palu kepala sopir dari mobil yang disewanya. Rio Martil adalah seorang perampok puluhan mobil dan penjagal puluhan sopir travel. Beberapa hari sebelum eksekusi mati yang sudah diputuskan pengadilan dilakukan, tiba-tiba dia didatangi sosok perempuan bercadar, berpakaian serba tertutup dan berwarna hitam. Perempuan itu tak lain adalah istri Rio Martil yang datang menjenguk.

Pakaian memang masih menjadi simbol. Yang patut menjadi pertanyaan dan renungan kita adalah: Kenapa berjenggotnya setelah ditangkap? Kenapa pakai surbannya setelah dipenjara? Kenapa pakai gamisnya setelah sering masuk TV? Dan kenapa tiba-tiba sosok perempuan bercadar menjadi pelengkap dari banyak berita kekerasan?

Kebetulan ataukah skenario global menjatuhkan Islam?