Tuesday, April 21, 2009

Trauma Healing Bagi Caleg Perempuan yang Depresi

Senin, 20 April 2009

Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Kemitraan merekomendasikan kepada negara untuk memfasilitasi pembentukan lembaga “trauma healing” bagi para caleg perempuan yang depresi karena gagal dalam Pemilu Legislatif 2009 lalu.

Agung Wasono dari Kemitraan-Partnership mengatakan, imbas dari partisipasi politik rakyat yang berkurang karena karut-marutnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan maraknya politik uang mengakibatkan banyak caleg perempuan yang depresi. “Selain kekarut marutan DPT dan kurangnya partisipasi politik masyarakat, politik uang juga memberikan efek pada munculnya fenomena caleg perempuan yang depresi,” kata Agung Wasono dalam konferensi pers di Media Center KPU, Jakarta, Senin 20 April 2009.


"Bagi Pokja Perempuan, ini bukan sekedar depresi melainkan wujud kekecewaan mereka atas apa yang terjadi dalam proses penyelenggaraan pemilu. Harapan yang tulus untuk menjadi wakil rakyat harus berhadapan langsung dengan intrik dan politik uang," tambahnya.

Menurut Pokja Perempuan, caleg perempuan lebih rentan terhadap depresi karena tekanan sosial dari masyarakat kepada mereka lebih besar. Dari sisi pembiayaan, umum para caleg perempuan tidak menggunakan uang pribadi, melainkan dana keluarga yang membuat mereka akan lebih mudah goyang mental karena banyak uang yang harus di pertanggung-jawabkannya.

Lebih lanjut, stres yang diakibatkan karena akumulasi persoalan pemilu itu lebih berat dari trauma yang dihadapi para korban tsunami. Bagi korban tsunami, mereka memaknainya selain faktor alam adalah faktor kehendak Ilahi yang membuat mereka tabah dan cepat pulih dari trauma.

"Namun bagi para caleg, trauma itu tidaklah mudah dihilangkan. Karena memang banyak faktor yang menjadi penyebab. Terutama faktor-faktor yang menurut mereka seharusnya dapat dihindari, jika sistem dan proses demokratisasi bahwa pemilu adalah hak tetapi sekaligus tanggung jawab moral sebagai proses mengubah keadaan negara ini lebih baik," kata Agung Wasono.

Dalam kesempatan itu, Pokja Perempuan juga menyatakan akan melakukan beberapa pertemuan koordinasi dan evaluasi pasca Pemilu 2009 di lima kota di Indonesia untuk memastikan adanya peningkatan keterwakilan perempuan dan mengawal seerta membantu secara teknis bagi caleg perempuan yang terpilih. (Leli Qomarulaeli/Mawardi)

Sumber: Kanal Pemilu