Monday, May 27, 2013

IGI Sebagai Perangkat Reformasi Birokrasi


Agung Wasono (Partnership), Imam Nugroho (Sekda Babel),  Saiful Doana  (AusAID)
Pangkalan Baru - Dalam rangka mengukur kemajuan ditingkat provinsi, lembaga Partnership for Governance Reform atau biasa disebut dengan nama singkatnya Partnership, melakukan pemeringkatan Tatakelola Pemerintahan (governance) di 33 Provinsi. Partnership akan memberikan pemeringkatan tata kelola pemerintahan melalui berbagai aspek penilaian yang ada demi terwujudnya Good Governance.

Indonesia Governance Index atau IGI merupakan perangkat untuk melakukan evaluasi dan advokasi terhadap penyelenggaraan tatakelola pemerintahan daerah yang berbasiskan data. Berbeda dengan penilaian pada umumnya yang biasanya hanya berdasar pada asumsi dan berita media, penilaian tatakelola pemerintahan yang dilakukan oleh IGI menggunakan data-data obyektif yang terpercaya, terukur dan memiliki standar yang sama secara nasional. Secara metodologi, kajian untuk memberikan penilaian terhadap tatakelola pemerintahan level provinsi ini juga sangat ketat dan melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Indeks ini mengukur kinerja empat arena pemerintahan yaitu, pemerintah (legislatif dan eksekutif), birokrasi, masyarakat sipil dan masyarakat ekonomi. Selain data obyektif berupa APBD, RPJMD dan dokumen-dokumen publik, IGI juga menggunakan persepsi dari well informed persons (WIP) di 33 provinsi di Indonesia, demikian disampaikan oleh Perwakilan Partnership/Kemitraan dari Jakarta, Agung Wasono dalam sambutan pembukaan acara Launching Hasil IGI Provinsi Kep. Bangka Belitung yang diselenggarakan di Novotel, Pangkalan Baru, Kamis (23/05).


Agung menyampaikan bahwa pemeringkatan tatakelola pemerintahan provinsi ini sebelumnya pernah dilakukan oleh Partnership pada tahun 2008/2009 lalu. Pemeringkatan waktu itu menghasil indeks provinsi terbaik, diantaranya adalah DKI Jakarta (skor 6,5) dan terendah adalah Semutera utara (skor 3,55). Pada tahun 2008 lalu Bangka Belitung menghasilkan indek  dengan skor 4,44, namun pada tahun 2012 indeks skor Bangka Belitung mengalami peningkatan yaitu skor 5,95.

Lebih lanjut Agung mengatakan, IGI bisa menjadi media demokratisasi informasi, dimana data-data hasil penilaian nantinya akan bisa diakses oleh publik melalui website dan media lainnya. Hasil dari IGI adalah sumber data yang cukup lengkap untuk dijadikan sebagai referensi bagi para pengambil kebijakan dari pihak pemerintah, akademisi, aktivis dan dunia usaha.

“Hasil penelitian dari IGI mampu memberikan data yang dapat digunakan oleh Pemerintah dalam membuat kebijakan, akademisi sebagai bahan ajar, dan masyarakat sipil”, harapnya. (an/adits)

Sumber: