Friday, August 23, 2013

Survei LANSKAP: Kinerja Polri Selama Arus Mudik dan Balik 2013 Memuaskan

Lembaga Analisa Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik (Lanskap) mengumumkan hasil survei Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Polri atas Pelayanan Lalu Lintas Arus Mudik dan Balik Lebaran 2013. Temuannya adalah, masyarakat puas dengan pelayanan polisi.

"Dari hasil survei, secara agregat diketahui bahwa nilai kinerja kepolisian dalam pelayanan lalu lintas Lebaran 2013 adalah 7,30 (memuaskan) dengan tingkat harapan adalah 9,20 (sangat penting) sehingga terdapat gap sebesar 1,90 (kesenjangan kecil)," kata Direktur Lanskap Agung Wasono dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis 22 Agustus 2013.

Meski demikian, kata Agung, ada catatan yang diberikan untuk perbaikan terutama wilayah-wilayah yang masih mendapatkan nilai kinerja di bawah 7 (tujuh) yakni di Babat Lamongan (6,83), Banyuwangi Ketapang (6,69) dan di Gempol Pasuruan (6,19) dan terakhir dengan nilai kinerja terendah yakni Lintas Malang-Blitar-Tulungagung-Kediri dengan nilai kinerja 5,33.

Dari hasil penelitian ini juga dapat diketahui bahwa masyarakat memberikan nilai kinerja tertinggi untuk pernyataan “Keberadaan petugas polisi yang mudah ditemui” yakni sebesar 7,53. Sementara nilai kinerja terendah ada pada pernyataan “Tempat istirahat di sepanjang perjalanan yang disediakan Polri maupun kerjasama Polri dengan instansi lain” dengan nilai kinerja sebesar 7,06. Meskipun demikian semua unit pernyataan mendapatkan nilai kinerja di atas 7 atau masuk kategori memuaskan.

Dari data diatas dapat diketahui bahwa kinerja di wilayah Polda Jawa Barat adalah 7,73 dan Jawa Tengah 7,59. Sementara untuk Polda Banten mendapat nilai kinerja 7,00 dan Polda Jawa Timur memperoleh nilai kinerja terendah yakni 6,71. Meskipun demikian, nilai kinerja ketiga wilayah Polda tersebut masuk dalam kategori Memuaskan.

Agung menjelaskan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri selama masa arus mudik dan arus balik pada Lebaran 2013. Layanan yang dinilai adalah dari aspek tangible (sarana fisik), reliability (keandalan menyediakan pelayanan), responsiveness (kesanggupan membantu pelayanan), assurance (keramahan dan sopan santun), dan empathy (sikap tegas dan penuh perhatian).

Survei ini dilakukan di 20 titik yang tersebar di pulau Jawa dan melibatkan 1.000 responden dari pengendara sepeda motor dan juga mobil.

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada Polri dalam upaya peningkatan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kepolisian. Secara teknis, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan model untuk pengukuran tingkat kepuasan masyarakat terhadap program-program pelayanan publik yang dilakukan Polri dari tahun ke tahun.

Penelitian ini terbatas dilakukan terhadap pengendara atau penumpang/pembonceng motor maupun mobil pribadi, hal ini dikarenakan masyarakat pengguna motor maupun mobil pribadi adalah kelompok masyarakat yang terdampak secara langsung keadaan lalu-lintas selama musim lebaran.

Sampel (n) survei dihitung berdasarkan data bahwa populasi (N) pengendara motor dan mobil pribadi pada arus mudik 2012 yakni sejumlah 7,2 juta. Sampel responden diambil secara random di 20 titik yang telah ditentukan.

Dengan margin error sebesar 3,2% maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 976 responden. Sementara jumlah sampel dalam survei ini kami patok 1.000 responden, namun karena ada 7 kuisioner yang tidak sempurna, maka menjadi 993 responden. (eh) © VIVA.co.id

Berita lain bisa dibaca di sini