Wednesday, June 18, 2014

Pasca-2015: Arah Pergeseran MDGs ke SDGs

Seminar Nasional "Arah Pergeseran MDGs ke SDGs" di FEB UNDIP
FEB Undip -  Lembaga Pers Mahasiswa Economic Students (LPM Edents) FEB Undip menggelar seminar  bertajuk “Pasca-2015: Arah Pergeseran MDGs ke SDGs” pada Kamis (8/5). Bertempat di hall gedung C FEB Undip, seminar ini digelar dalam rangka memperingati hari jadi LPM Edents (Edents Day) ke-38 sekaligus launching majalah volume 1 edisi 20 tahun 2014 “Menerawang Indonesia pasca MDGs”.

Acara dibuka secara simbolis oleh Pembantu Dekan III FEB Undip, Edy Yusuf Agung Gunanto. Dilanjutkan dengan sambutan redaksional oleh Nurul Qolbi (Pemimpin Redaksi LPM Edents) terkait dengan konten majalah yang baru diterbitkan. Selanjutnya, Harso Susilo (Bappeda Jateng) sebagai pembicara kunci memaparkan pencapaian MDGs di Jawa Tengah.

Hadir sebagai panelis, Anindita Sitepu (Staff Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs), Agung Wasono (Program Manajer Partnership for Governance Reform/Kemitraan), serta Firmansyah (Akademisi FEB Undip). Seminar dimoderatori oleh Amirani Handarto Putri selaku Redaktur Pelaksana Majalah LPM Edents.

Dalam materinya, Anindita Sitepu mengungkapkan, wanita memiliki peran untuk memajukan bangsanya. “Jika wanitanya sehat, terpenuhi gizinya, dan terhindar dari penyakit, pasti negara tersebut mampu menjadikan generasi penerus yang baik,” tuturnya. Hal ini dikarenakan wanita mampu melahirkan pemuda-pemudi yang sehat dan berkompeten. Ia menambahkan bahwa seharusnya generasi muda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus menjadi tokoh penting dibalik pembangunan tersebut.

Sementara itu, Agung Wasono menyampaikan materi terkait dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Agung memaknai good governance sebagai pengelolaan yang baik terhadap resources bagi kepentingan publik. Ia menjelaskan, terdapat enam prinsip dalam good governance yakni partisipasi, keadilan, akuntabilitas, transparansi, efisiensi, dan efektivitas. Oleh karena itu, jika pengelolaan SDM baik maka akan memicu pembangunan ke arah progress.

Firmansyah mengatakan bahwa terdapat tiga dimensi pembangunan berkelanjutan, yaitu dimensi sosial, dimensi ekonomi, dan dimensi lingkungan. Menurutnya, implementasi kebijakan Indonesia adalah kebijakan bersifat integratif, birokrasi yang efektif, tidak ego sektoral dan tidak ego daerah. “Selain itu, pembangunan juga harus melibatkan masyarakat,” lanjut Firmansyah.

Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada para pembicara dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk ceremony atas hari jadi LPM Edents.  “Kami sengaja membuat acara seminar tersebut yang bertujuan membantu pemerintah dalam usaha mensukseskan pembangunan dan agar mahasiswa tahu tentang MDGs dan SDGs,” ujar Galuh Dian, ketua panitia. (nq)

Reporter: Muslimah Mahmudah dan Hana Rohmatul Ulya 
·         Untuk membaca utuh wawancara FEB Undip dengan saya klik link berikut: http://www.agungwasono.com/2014/03/menerawang-indonesia-pasca-mdgs.html